Cara Terbaik Hitung PPAP Kredit di BPR

Berikut cara perhitungan PPAP di BPR dengan empat tingkatan kolektibilitas: Lancar, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.
Sebelumnya, perlu kita mengetahui kapan terjadinya perpindahan kolektibilitas dari suatu kredit atau pinjaman. Silahkan Klik disini untuk informasi lebih lanjut. (Kolektibilitas Kredit di BPR)
Catatan:
1. Apabila nilai jaminan yang diperhitungkan untuk PPAP lebih besar sama dengan baki debet, maka nilai PPAPnya adalah Nol untuk kredit dengan kolektibilitas Kurang Lancar, Diragukan dan Macet.
NJ ≥ BD maka PPAP = 0
2. Apabila nilai jaminan yang diperhitungkan untuk PPAP lebih kecil dan tidak sama dengan nol, maka nilai PPAPnya adalah Baki Debet dikurang Nilai jaminan yang diperhitungkan dikalikan besarnya persentase kolektibilitas kredit Kurang Lancar, Diragukan dan Macet kecuali Lancar.
NJ < BD maka PPAP = (BD-NJ) x % kolektibilas kredit kecuali Lancar
KL (ppap) = (BD-NJ) x 10%
D (ppap) = (BD-NJ) x 50%
M (ppap) = (BD-NJ) x 100%
3. Apabila nilai jaminan yang diperhitungkan untuk PPAP sama dengan nol maka nilai PPAPnya adalah Baki Debet dikalikan besarnya persentase kolektibilitas kredit Kurang Lancar, Diragukan dan Macet kecuali Lancar.
NJ = 0 maka PPAP = BD x % kolektibilas kredit kecuali Lancar
KL (ppap) = BDx 10%
D (ppap) = BD x 50%
M (ppap) = BD x 100%
4. Untuk Kedit Lancar, nilai jaminan belum diperhitungkan dalam perhitungan PPAP, maka PPAPnya adalah BD x 0,5%
Untuk lebih memantapkan, berikut contoh kasusnya:
Kasus 1
Si A memiliki pinjaman di BPR A dengan sisa baki debet sebesar Rp. 2 juta. Memiliki jaminan berupa sertifikat hak milik dengan nilai Rp. 10 juta dan diikat dengan APHT. Berapa PPAPnya jika Lancar, kurang lancar, diragukan dan macet?
Pembahasan
Nilai jaminan sebagai pengurang PPAP yang diperhitungkan adalah:
= Rp. 10.000.000 x 80%
= Rp. 8.000.000 (maks. Sebesar Baki Debet)
Karena nilai jaminan pengurang PPAP lebih besar dari baki debet, maka PPAP = 0 untuk KL, D dan M.
Untuk Lancar
= 2.000.000 x 0,5%
= 10.000
Untuk Kurang Lancar
= (2.000.000 - 2.000.000) x 10%
= 0
Untuk Diragukan
= (2.000.000 - 2.000.000) x 50%
= 0
Untuk Macet
= (2.000.000 - 2.000.000) x 100%
= 0
Kasus 2
Si A memiliki pinjaman di BPR A dengan sisa baki debet sebesar Rp. 9 juta. Memiliki jaminan berupa sertifikat hak milik dengan nilai Rp. 10 juta dan diikat dengan APHT. Berapa PPAPnya jika Lancar, kurang lancar, diragukan dan macet?
Pembahasan
Nilai jaminan sebagai pengurang PPAP yang diperhitungkan adalah:
= Rp. 10.000.000 x 80%
= Rp. 8.000.000
Karena nilai jaminan pengurang PPAP lebih besar kecil dari baki debet, maka PPAPnya
Untuk Lancar
= 9.000.000 x 0,5%
= 45.000
Untuk Kurang Lancar
= (9.000.000 - 8.000.000) x 10%
= 1.000.000 x 10%
= 100.000
Untuk Diragukan
= (9.000.000 - 8.000.000) x 50%
= 1.000.000 x 50%
= 500.000
Untuk Macet
= (9.000.000 - 8.000.000) x 100%
= 1.000.000 x 100%
= 1.000.000
Kasus 3
Si A memiliki pinjaman di BPR A dengan sisa baki debet sebesar Rp. 2 juta tanpa jaminan. Berapa PPAPnya jika Lancar, kurang lancar, diragukan dan macet?
Pembahasan
Untuk Lancar
= 2.000.000 x 0,5%
= 10.000
Untuk Kurang Lancar
= 2.000.000 x 10%
= 200.000
Untuk Diragukan
= 2.000.000) x 50%
= 1.000.000
Untuk Macet
= 2.000.000 x 100%

7 comments

bos tanya , untuk yg lancar itu dikali 5% atau 0,5% ya ? besar banget kalau 5%

Balas

Thank You mas atas kritikannya. Salah ketik tadinya. Udah diperbaiki

Balas

bos mau tanya juga.
Kalau 1 nasabah jaminan ada dua itu ngitung nilai pengurangnya gmn bos?

Balas

Lihat dulu kondisinya mas. Apakah jaminan pertama sudah meng-cover 125% (sesuai ketentuan bank masing-masing) dari plafond kredit. Biasanya apabila tidak meng-cover maka calon debitur akan diminta jaminan tambahan atau diminta dengan jaminan lain yang nilai taksasinya cukup. Dan dalam kasus Mas, diminta jaminan tambahan. Kalo cara perhitungannya sih, masing-masing nilai taksasi dari kedua jaminan tersebut ditambahkan dan dikalikan dengan persentase tersebut. jika jaminan A misal nilainya 50 juta dan jaminan B nilainya 35 juta dengan plafon kredit 60 juta. maka A+B = 85 Juta. Kemudian perhatikan bagaimana cara pengikatannya karena apakah diikat atau tidak (mengenai tersebut dapat dilihat pada ketentuan BI/ OJK)

Balas

waduh,lagi uas, tentang perhitungan yang ginian,,, gak mudeng,, :-(

Balas

untuk kasus 2 yg trakhir yg lancar kok gak di kurangi ama jaminan ya pak? bukan y 9.000.000 - 8.000.000 kmudian di kali 0,5%?

Balas

Selamat siang pak, mau nanyakan untuk jaminan SHM itu perhitungan dari nilai taksasi atau dari NJOP??? untuk pengikatan APHT dan SKMHT, mohon pencerahan, terima kasih...

Balas

Copyright © 2013. Cara Terbaik dan Terjitu - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib, Proudly powered by Blogger